Pemda DKI bertekat menambah dana untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan warga miskin pada 2008 mendatang. Langkah ini bagian upaya mensejahterakan warga.
Khusus untuk jaminan kesehatan warga miskin (gakin) kini pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2008 baru dianggarkan sebesar Rp 200 milyar. “Tentu kami akan menambah lagi anggaran untuk gakin agar pelayanan kesehatan warga miskin makin merata,” tegas Gubernur H. Fauzi Bowo, Senin (31/12) malam .
Alokasi anggaran untuk gakin senilai Rp 200 milyar bila mengacu pada 2007 saja masih kurang. Pada 2007 anggaran gakin dipatok Rp 275 milyar.
Selain itu, Fauzi juga berjanji menambah alokasi anggaran untuk pendidikan. Prioritasnya adalah siswa yang belajar di sekolah kejuruan. “Sekolah kejuruan anggarannya perlu kita tambah,” sambungnya.
KURANGI PENGANGGURAN
Maksud Fauzi memprioritaskan perhatian kepada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), agar lulusannya bisa diserap dunia kerja, sehingga mengurangi pengangguran. “Karena itu pelatihan dan work-shopnya harus lengkap,” katanya.
Fauzi yang biasa dipanggil Bang Foke ini, menargetkan anggaran untuk pendidikan bisa lebih dari 21 persen dari total APBD DKI 2008 yang dipatok Rp 20,68 trilyun.
“Mudah-mudahan dengan bertambahnya dana untuk kesehatan dan pendidikan maka kualitas warga Jakarta bisa meningkat, sehingga kemiskinan bisa dientaskan,” ujarnya.
Masalah kemiskinan berkaitan-erat dengan dunia kerja. Karena itu, pemda berusaha menggairahkan dunia usaha, dengan cara mempermudah prosedur perizinan. “Birokrasi yang selama ini ribet harus dipangkas,” tandasnya.
Sesuai dengan data, pengangguran di Jakarta tercatat 524.000 orang.||poskota
Thursday, January 17, 2008
2008 Anggaran Pendidikan Naik
Artikel Terkait
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
EmoticonEmoticon